Rabu, 06 Januari 2016

Tanaman Bromelia Mulai Ngetrend

kebunbibit.id
Bentuk tanamannya memang unik, dengan aneka warna daun dan bunganya. Bahkan di negara asalnya (Amerika Serikat) bromelia banyak di pajang di toko-toko, department store, maupun pasar swalayan sebagai penghias ruangan.

Sebuah restoran di Pondok Indah Mall Jakarta tampak lebih semarak dengan hiasan beberapa tanaman di salah satu sudutnya. Tanaman yang mendominasi adalah aneka ragam bromelia yang ditempel atau digantung pada sebuah pohon mati. Tidak hanya di restoran, kini bromelia juga dipajang di hotel atau gedung perkantoran sebagai penghias ruangan atau penghias meja tamu. Bahkan para landscaper mulai mempertimbangkan tanaman ini sebagai salah satu unsur rancangan tamannya.
Penggemarnya masih terbatas 
Tanaman berdaun dan berbunga elok dengan jenis yang beragam ini, memang belum banyak dikenal orang. Baru beberapa tahun terakhir banyak jenis-jenis baru didatangkan dari luar negeri, seperti dari Amerika Serikat, Australia dan Selandia Baru. John dan Melly, suami-istri penggemar tanaman hias di Pondok Indah, Jakarta, memperkenalkan tanaman ini memang agak sukar, tapi saya mencoba menjelaskan kelebihannya dibandingkan tanaman lain,” tutur John.

Ny. Soerojo, hobiis tanaman hias di Cilandak, Jakarta membenarkan, penggemar tanaman ini tidak sebanyak penggemar palem atau anturium. “Penggemarnya hanya orang-orang tertentu saja, atau mereka yang punya kebun yang cocok untuk beromelia,” lanjutnya. Ibu yang punya hobi menyilang tanaman hias ini mengoleksi bromeliad sejak tahun 1983. Waktu itu hanya beberapa jenis yang dibawanya dari Amerika Serikat. Kini koleksi bromelianya sekitar 40 jenis yang diperolehnya dari luar negeri atau tukar-menukar dengan teman.

Meskipun penggemarnya terbatas, Ny. Soerojo mengakui peminat tanaman ini dari tahun ke tahun bertambah. Seperti diungkapkan Ertie dari Isti Anggana Nurseri, “kalau ada pameran-pameran, beberapa bromeliad yang kita bawa pasti laku.” Setelah pameran biasanya banyak peminat yang mencarinya ke nursery-nurseri.
Kegunaannya luas 
Daya tarik tanaman ini memang terletak pada bentuk dan warna daunnya yang beragam. Sehingga banyak pilihan yang tersedia, tidak membosankan. Dari tanaman kecil sampai yang besar, yang berdaun indah maupun yang berbunga. Warna daun dari hijau polos sampai belang-belang atau bintik-bintik, kadang dalam satu daun ada tiga kombinasi warna.

John dan Melly tertarik pada bromelia ini selain karena aneka bentuk dan warnanya, juga karena ia bisa ditanam di mana-mana. “Digantung di pakis mau, ditanam di pot, di tebing taman dia suka, ditempel di pohon juga nggak keberatan,” ungkap John. “Tanaman ini juga cocok sebagai gift (hadiah/tanda mata),” tambah Melly. Sebagai gift, bromelia bisa dikemas dalam keranjang hias atau ditata dalam gantungan. Ia sangat tahan dibandingkan bunga lain. Misalnya jenis Guzmania, yang tahan 5 – 6 bulan. Bunganya akan tetap cerah dan kontras dengan warna daunnya selama 3 bulan, lama-kelamaan akan kecokelatan tapi tetap cantik. Setelah itu tanaman bisa dibuang atau ditanam lagi.

Bromelia tidak hanya cantik ditanam di halaman rumah, dalam pot, digantung di teras, atau untuk menghias meja tamu di rumah. Kini ia mulai merambah ke gedung-gedung perkantoran, hotel, dan restoran. Ny. Soerojo menyertakan tanaman ini dalam daftar tanaman rentalnya. Demikian juga Sansan dari Widjaja Orchid, yang menyewakan tanaman ini untuk menghias gedung-gedung perkantoran, restoran, dan salon. Sedangkan John dan Melly secara rutin mengisi Hotel Le Meridien dengan aneka ragam bromelianya.

Sebagai tanaman hias ruangan, bromelia ini tahan dalam ruangan ber-AC, bisa satu bulan, “Yang kami sewakan di Le Meridien itu bagus pertumbuhannya,” tutur John. Ini juga diakui oleh Sansan dan Ny. Soerojo.
Diminati landscaper 
Beragamnya jenis bromelia ini memberi banyak pilihan bagi penggemar tanaman hias untuk menggunakannya. Tanaman yang dulunya hanya diminati segelintir orang itu kini semakin banyak dicari. Tidak hanya perorangan yang ingin membeli satu-dua tanaman, tetapi juga para perancang taman yang membeli dalam jumlah banyak.

Menurut Ertie, pembeli perorangan malahan tidak banyak. “Barangkali mereka masih segan dengan harganya, karena memang masih mahal,” tetapi menurut John, harga di Indonesia dapat dikatakan lebih rendah dibandingkan di luar negeri. Ini terjadi karena umumnya para nursery memperbanyak sendiri.

Meskipun harganya masih tergolong tinggi, kini para perancang taman mulai berminat pada tanaman ini. “Yang banyak mengambil tanaman ini adalah landscaper. Kalau mau membuat taman biasanya mereka membeli dalam jumlah banyak,” tutur Ertie. Para pembuat taman ini biasanya mencari tanaman yang harganya tidak terlampau mahal, tetapi memiliki warna-warna yang menarik. “Misalnya membeli 20 tanaman, paling yang harganya mahal hanya 2 tanaman. Itu hanya sebagai vocal point saja,” ungkap Ny. Soerojo.

Imu, seorang perancang taman dari Bougenvillea Cipta Gardening, mengaku menyukai tanaman ini. Sehingga tak jarang pada beberapa rancangan taman ia memasukkan bromelia sebagai salah satu elemen taman. Khususnya untuk taman-taman setengah teduh dan taman kering (dry garden). “Bromelia ini banyak sekali warnanya dan beraneka ragam, bagus sekali untuk taman kering. Keaneka-ragamannya membuat orang tidak bosan,” ungkapnya. Keindahan bromelia sebagai unsur taman itu juga diakui oleh Sansan, yang juga menyertakan bromelia dalam beberapa rancangan tamannya.

Biasanya Imu dan Sansan lebih dulu mengajukan rancangan taman dengan bromelia itu kepada para pelanggan. Umumnya pelanggan menyetujui dan sangat senang melihat hasilnya. Menurut Imu, jumlah bromelia yang digunakan sebagai unsur taman meningkat dari waktu ke waktu. 

Pisang biru dari jawa



Di pendalaman pulau jawa , pisang biru tumbuh liar di perkarangan rumah penduduk. Tak ada yang tertarik untuk memperhatikaya,apalagi mengebunkanya. Di pasarpun dia hanya teronggok di piggir. Kalah pamor di bandingkan dengan pisang ambon, raja bulu bahkan dengan pisang sereh. Padahal tahun 80-an sudah ada permintaan pisang ini dari pasar jepang dan eropa dalam jumlah berapapun. Namun sampai sekarang, varietas pisang ini tetap tidak terperhatikan.  Perhatian justru datang pada pakar pisang di luar negeri. Mereka mengoleksi, meneliti, dan menyebutnya Blue Java Banana.
            Apakah hebatnya buah yang di jawa disebut dengan kepok awu (abu) karena warnanya yang biru dan keabu abuan ini? Bukankah dia hanya digunakan untuk pakan burung ? Paling terhormat untuk industri keripik atau di rebu dan dijadikan oleh tukang bajigur? Lain halnya dengan isang ambon yang prestisius atau cenvendish yang akhir akhir ini sedang naik daun. Pisang kepok hanyalah pisang pinggiran. Pisang kampung yang hanya dikonsumsi rakyat miskin.
            Tampaknya, dalam ha komoditas pisang ini pun, kita harus banyak belajar dari negeri jiran kita Malaysia. Pada saat Filipina mengebunkan cenvendish secara besar besaran, Malaysia malahan mengebunkan pisang mas ini tak di sukai? Lebih-lebih untuk ekspor. Namun di sinilah letak kekelian malaysia. Mereka melihat, mengembunkan cenvendish berarti memasuki kawasan yang jalur perdaganganya sudah dikuasi oelh perusahaan-perusahaan multinasional. Persainganya  ketat. Persyaratan juga banyak. Dengan mengembangakan pisng mas, malaysia bisa membuka pasar baru hanya merekalah saat ini menyuplai jenis pisang tersebut.
            Selain mengembangkan pisang mas, Malaysian juga sudah mengembun pisang barangan. Selain dijadikan untuk pasar dalam negeri ,pisang barang ini juga sudah mereka ekspor. Para petani pisang kita kalah beberapa langkah dari para petani pisang di negeri jiran ini. Mereka bukan hanya sekedar bisa mengembunkan, selain sudah mampu menembus pasaran ekspor persyaratan mutunya sangat ketat.
            Kita tahu, di indonesia sudah ada beberapa berkebunan  cenvendish yang cukup besar ini positif sebab dari sini kita dapat belajar teknologi sekaligus  mengenal pasarnya. Setelah itu , kita baru bisa maju dengan pisang khas indonesia. Tentu bukan pisang mas atau barangan yang sudah dahulu digarap oleh malaysia kita memiliki puluhan kultivar kepok yang potensi pasar dalam negerinya besar juga di minta oleh pasar internasional.
            Beberapa kelebihan pisang kepok, pertama kulitnya relatif kuat, hingga tahan untuk penggangkutan jarak jauh dan alama. Kedua , tanamanya berdaya tahab tinggi terhadap kekerinagan , angin maupun serangan hama/penyakit .ketiga, kultivar dan permanfaatanya cukup beragam . mulai dari di goreng, direbus, untuk buah meja,  pakan burung, keripik masih banyak lagi. Semua ini merupakan  potensi yang masih harus di gali dan di garap dengan investasi data.
            Variasi rasa/textur daging buah pisang kepok juga beragam. Ada yang tawar, manis,  dan agak  masam. Sementara texturnya kebanyakan lembut dan cenderung kering. Semua keunggulan ini tidak akan berarti apa-apa jika tidak ada seseorang pun yang tertarik untuk mengambangkan nya , maka kita tidak akan punya andalan lagi. Sebutan BLUE JAVA BANANA, pisang jawa yang biru itu akan tinggal sebuan saja sementara yang mengenbunya justru negara negara lain.

Sphagnum Moss Untuk Anggrek - Bagian 1

kebunbibit.id
Anggrek bulan yang digantung di dalam greenhouse milik Syamsul Bahri di komplek Taman Anggrek Ragunan itu tampak subur. Daunnya hijau segar dan besar-besar. Akarnya banyak, menempel pada pot atau bergelantungan, berwarna abu-abu kehijauan dan hijau cerah di ujungnya. Beberapa di antara anggrek itu berbunga lebat. 

Bukan itu saja. Tanaman seedling serta kompot yang tersusun dibawahnya pun kelihatan subur, hijau, dan berdaun lebar. Ada juga beberapa akar yang muncul dari seedling yang sudah agak besar atau dari tanaman anggrek spesiesnya. “Dulu tanaman itu sudah banyak yang rusak. Namun setelah medianya saya ganti dengan sphagnum moss, akarnya tumbuh dengan cepat dan subur,” ungkap Syamsul tentang anggrek yang digantungnya itu.

Media sphagnum moss memang bagus. Menurut Lukas S. Parnata, penganggrek dari Bandung, anggrek bulan hisa berbunga 3-6 bulan lebib cepat bila menggunakan media itu. “Bahkan jenis anggrek yang sudah tumbuh atau yang keadaannya sudah kritis, bisa kekar kembali, tumbuh lebih hagus serta lebih cepat,” tegas Lukas, yang telah menggunakan media ini sejak tahun 1980-an.
Tertarik karena sphagnum impor 
“Saya tertarik dan menggunakan media Sphagnum ini sejak awal tahun 1992 lalu,” Syamsul menjelaskan. Media ini sudah umum digunakan oleh penganggrek di Amerika. Rasa tertariknya semakin bertambah, ketika suatu hari seorang penganggrek dari Taiwan memperagakan cara menggunakan media tersebut disertai penjelasan tentang kelebihan-kelebihannya. Penganggrek itu juga memperlihatkan sosok anggrek-anggrek impornya yang selalu menggunakan media sphagnum moss.

Belakangan Syamsul ingat, ia punya sphagnum moss sejenis itu di gudang. Maka ia pun memutuskan mulai menggunakannya untuk semua anggrek bulannya, mulai dari kompot, seedling, sampai dengan tanaman dewasa. Ternyata pertumbuhan tanamannya lebih cepat dan tampak subur. “Ia memang bagus untuk seedling atau kompot, Sebab akarnya lebih cepat tumbuh. Pada seedling kecepatan pertumbuhannya nyata sekali,” Syamsul menambahkan kelebihan media itu berdasarkan pengalamannya.

Tidak berbeda dengan Syamsul, Lukas S. Parnata, pada mulanya tertarik menggunakan media sphagnum moss ini karena ia melihat anggrek yang diimpornya selalu menggunakan media ini. Ia pun mencoba menanam dengan sisa-sisa media impor tersebut. Ternyata pertumbuhan tanamannya bagus, hingga ia pun mencari media sejenis di Indonesia.

Sphagnum moss sebagai media tanam anggrek memang sudah umum di negara-negara 4 musim yang kering. Sebab sifatnya mudah menyerap air, tahan terhadap pelapukan bila yang dipakai yang sudah mati, dan tidak bersaing dengan tanaman anggrek bila ditanam hidup. “Ia bisa tahan sampai 4-5 tahun kalau hidup dan 2-3 tahun bila dipakai sebagai media yang telah kering,” ungkap Lukas.

Sphagnum Moss Untuk Anggrek - Bagian 2

kebunbibit.idJenis-Jenis Sphagnum moss 
Jenis sphagnum moss yang diimpor adalah long fibre, dan tumbuhan sphagnum robinsoil. Menurut Lukas, jenis yang mirip dengan itu pernah ia dapatkan dari Kalimantan dan sedikit di Jawa Barat. Namun belakangan jenis mi makin sulit diperoleh, atau kalau pun ada harganya menjadi mahal. Jenis long fibre ini memang yang terbaik, ‘serat’-nya agak kasar dan panjang-panjang. Ia mampu menyimpan air dengan baik, tapi tidak menyehatkan media menjadi terlalu basah.
Jenis kedua yang biasanya ‘terikut’ dengan jenis impor adalah yang seratnya sangat kasar serta besar-besar, dan tumbuhan Leucohryum javense, Sphagnum moss ini bisa juga digunakan. Sayang, Syamsul menilainya terlalu porous, sebab sangat sedikit menahan air. Sehingga dalam pemakaiannya ia dicampur dengan sphagnum yang lain.

Jenis sphagnum yang sekarang ini banyak digunakan oleh Syamsul diperoleh dan Pulau Belitung, dan tumbuhan Leucobryum pentastichum. Seratnya agak lebih pendek dan cukup baik dalam menahan air. Syamsul juga menggunakan sphagnum dan tumbuhan Rhizogonium spiniforme yang diperolehnya dan Bogor. “Tanaman anggrek bulan spesies yang memakai sphagnum ini bagus tumbuhnya,” tegas Syamsul. Namun ia mengaku belum berani menggunakan sphagnum dari Bogor itu untuk anggrek bulan lainnya. “Saya masih ragu, sebab bentuknya sangat berbeda dengan sphagnum impor,” tambahnya.
Cara menggunakannya 
Baik Syamsul maupun Lukas menyebutkan, media ini akan bagus bila telah basah. Untuk itu sebelum digunakan sebaiknya ia direndam dahulu selama beberapa jam di dalam air, ditiriskan, kemudian direndam lagi selama beberapa menit dengan fungisida.

Pot yang akan digunakan bisa diisi 100% sphagnum moss. Bisa juga 1/3 sphagnum pot paling bawah diisi sphagnum moss, lalu 1/3 sphagnum styrofoam dan terakhir bagian 1/3sphagnum moss di atasnya. Styrofoam ini bisa mengurangi kelembapan media, khususnya untuk anggrek yang ditanam di daerah berkelembapan tinggi seperti Cipanas, Lembang, Bogor, atau Jakarta Selatan.

Sebenarnya kelembapan yang berlebihan bisa dicegah dengan mengurangi penyiraman. Lukas menyarankan untuk menyirarn 4-5 hari sekali kalau seluruh media menggunakan sphagnum. Tapi kalau medianya campuran dengan styrofoam penyiraman harus dilakukan 2-3 hari sekali, terutama bila cuaca kering. Selain untuk anggrek bulan sphagnum moss ini bisa juga digunakan untuk Cattleya dan dendrobium. Khusus untuk kedua anggrek itu sphagnum sebaiknya dicampur, bisa dengan arang atau media lainnya. Sphagnum moss diletakkan dekat pangkal batang, supaya daerah itu tetap lembap dan banyak keluar akar.

Beach Cherry Buah Kenangan Dari Teluk Cedar


kebunbibit.id
"Aih, cantiknya!” seru seorang perempuan muda. Matanya terpukau pada sesosok tabulampot berpenampilan semarak. Buah-buah seukuran biji kelereng berwarna merah cerah menyembul di ujung-ujung tajuk yang mengompak setinggi 50 cm. Itulah beach cherry, pendatang baru di Taman Wisata Mekarsari.
Eugienia reinwardtiana itu pantas menjadi buruan teranyar para kolektor tabulampot. Selain atraktif, tanaman perdu itu rajin berbuah. Buah yang keluar satu-satu atau berpasangan dari ketiak daun muncul silih berganti, nyaris tak bermusim. Saat buah merah menyala masih menyembul segar, bunga-bunga berwarna putih telah bermunculan. Pemilik tabulampot leluasa berlama-lama menikmati kecantikannya lantaran beach cherry tak gampang rontok.
Tak melulu dipandangi keindahannya, kerabat jambu air itu pun enak dimakan. “Rasanya manis,” kata Ir Margianasari, kepala produksi Taman Wisata Mekarsari. Pantas di negara asalnya, Australia, beach cherry dijuluki sebagai the best wild fresh fruit.

Teluk Cedar 
Di negeri Kanguru, kerabat cengkih itu memang salah satu buah hutan favorit. Anak-anak kerap memetiknya untuk dimakan segar. Nantinya ketika mereka beranjak dewasa, keasyikan menyantap beach cherry segar langsung dari pohon menjadi kenangan manis tak terlupakan.

Beach cherry juga dapat diawetkan sebagai manisan kala berlimpah di musim semi dan panas. Atau ditambahkan sebagai flavour pada minuman dengan aroma tak menyengat. Jarramali sebutannya di sana tumbuh di hutan-hutan di tepi pantai di daerah Queensland bagian utara dan tengah. Pantas ia dinamai beach (=pantai, red) cherry.

Populasi terbanyak ditemukan di Cedar Bay. Dari situ muncul julukan lainnya, cedar bay cherry. Taman Wisata Mekarsari (TWM) menyebutnya jambu bikini. Itu lantaran kerabat jambu air itu juga ditemukan di pulau Bikini di Samudera Pasific.

Di habitatnya, pohon beach cherry bisa tumbuh hingga setinggi 6 m. Namun, kebanyakan berbentuk semak setinggi 1-2 m. Daunnya berbentuk oval, panjang, berwarna hijau gelap, dan mengkilat. Bila diremas tercium aroma seperti apel khas bau anggota family Myrtaceae.

Adaptif 
Lantaran tajuknya kompak, mudah dibentuk, dan gampang dirawat, penduduk di Queensland memindahkan beach cherry dari hutan ke pekarangan rumah sebagai elemen taman. Dengan alasan sama pula Dr Mohamad Reza Tirtawinata, MS, memboyong thunder cherry nama lain ke Indonesia pada 1996.    

Satu bibit setinggi 10 cm ditanam di TWM. Ternyata tanaman subtropis itu mudah beradaptasi dan tumbuh baik di daerah tropis. Dari 1 pohon kini telah beranak-pinak menjadi 300 pot.

Tajuknya yang tak kalah indah dengan beringin memamerkan buah sepanjang tahun. Apalagi bila rajin dipangkas. Menurut Riris sapaan Margianasari selain bentuk tanaman menjadi kompak, pemangkasan merangsang munculnya cabang-cabang baru yang nantinya membawa tunas bunga. Kelereng-kelereng merah pun bergelayutan di ujung ceri Teluk Cedar.

Pelangi Pedas Asal Bolivia


Dak rumah Cauputra di lantai 3 penuh rak. Di atas rak seluas 〖12 m〗^2 itu tumbuh jenis cabai beraneka warna. Sosok buah Copsium onnuum itu seronok berwarna wari: merah, kuning, jingga, cokelat, hingga ungu. Dengan berbagai bentuk dan ukuran. Sekadar contoh buah bolivian rainbow berbentuk kerucut dengan panjang 2 cm, warnanya berubah-ubah sesuai umur buah.
Ketika muda, buah cabai pelangi bolivia itu ungu, berubah menjadi kuning setelah agak besar, lalu jingga, dan merah ketika matang. Dalam sebuah tanaman lazim terdapat buah dengan umur berbeda. Oleh karena itu tanaman penuh cabai beraneka warna layaknya pelangi. Pantas namanya pun pelangi bolivia-merujuk asal cabai dari negara di Amerika Selatan itu.
Superpedas
Di balik penampilan cantik pelangi bolivia itu tersimpan rasa pedas. Kepedasan bolivian rainbow setara cabai rawit yaitu 50.000 SHU (scovile heat unit). Cauputra memperoleh pelangi bolivia dari Italia pada awal 2014. Setelah mendapatkan 1 paket benih ia kemudian menanamnya di dak rumahnya di Sunter, Jakarta Utara. Selain itu Cauputra juga memperoleh benih dark beppe dari Italia.
Seperti namanya, sosok tanaman unik karena batang tanaman berwarna hitam. Begitu juga daunnya, cenderung hijau gelap. Tanaman anggota famili Solanaceae itu rimbun. Bunga berwarna ungu yang muncul di ujung-ujung cabang sehingga buahnya sangat banyak dan menambah kesan unik. Buah cabai muda berwarna hitam, berbuah hijau, lalu merah saat matang.
Dark beppe matang erukuran sebesar korek api bisa menyamai pedasnya cabai rawit ukuran sedang. “Kalau mau mencoba yang ini boleh, tapi jangan terlalu banyak. Seujung kuku saja daripada nanti harus sering ke toilet,”kata Cauputra sembari menunjuk sebuah cabai omega. Buah cabai omega berbentuk seperti rawit, berwarna merah menyala sebesar ibu jari kaki orang dewasa.
Cauputra juga mengoleksi pimenta puma, pink tiger, dan trinidad scorpion sweet, Sosok tanaman pimenta puma berukuran sedang dan tidak terlalu rimbun. Saat matang bentuk buah menyerupai kurma, berwarna cokelat kehitaman, dan berbobot sekitar 4 gram. Sebanyak 3 irisan melintang tipis pimenta puma bisa membuat semagkuk soto tetap terasa pedas bahkan sampai beberapa saat setelah soto habis.
Hibrida
Adapun cabai harimau merah jambu berwarna ungu gelap, sepintas mirip pimenta puma. “Di Italia, pink tiger buahnya memanjang dengan warna kuning kombinasi ungu muda. Mungkin karena perbedaan iklim Indonesia dan Italia,” ujar pria 33 tahun itu. Menurut Alexander Lukas Sung, Pehobi cabai di Bekasi, Jawa Barat, cabai-cabai baru kebanyakan hibrida.

Anggrek Hitam Maskotnya Kalimantan Timur


kebunbibit.id
Ia tergolong anggrek langka. Bahkan pernah dinobatkan menjadi anggrek terbaik pada Pekan Anggrek Nasional tahun 1976 di Jakarta. Seperti apakah sosok maskot Kalimantan Timur ini?
Karena dinamakan anggrek hitam, orang yang belum mengenalnya pasti akan mengira warnanya hitam. Padahal sepal dan petal bunganya justru berwarna hijau, dengan sedikit warna hitam di bibirnya.
Menurut Ir. Sumardji, Kepala Bagian Hortikultura Dinas Pertanian Tanaman Pangan Prop. Dati I Kalimantan Timur, anggrek hitam kini telah menjadi maskot Kaltim. Anggrek hitam (Coelogyne pandurata) ini memang istimewa. Warna hitamnya yang sedikit itu benar-benar pekat. Bahkan ketika bunganya kering pun warna hitamnya pada sepal dan petal tetap pekat, tidak berubah. “Warna hitam ini sebagai warna dasar dan merupakan kunci persilangan anggrek”, tegas Ir. Sumardji ketika ditemui di kantornya.
Karena populasinya yang sedikit dan terdapat hanya di daerah tertentu maka anggrek ini tergolong langka. Tapi menurut Banen, penjaga cagar alam Kersik Luwai yang sempat ditemui Steve, populasi anggrek hitam kini sudah tidak mengkhawatirkan lagi sebagai hasil dari upaya pelestarian yang dilakukan selama hampir 20 tahun.
Seperti bunga kenanga
Anggrek hitam tergolong anggrek epifit. Batangnya berbentuk umbi semu, membulat, pipih dan panjangnya sekitar 12 cm. Tiap tangkai bunga dihiasi paling tidak 14 kuntum bunga yang tersusun secara berseling. Bunganya cukup besar, diameter bunganya mencapai 10 cm. Bentuknya menyerupai bunga kenanga, demikian juga dengan warnanya yang hijau muda. Sedangkan warna hitamnya terdapat di bibir bunga yang bentuknya menyerupai biola, dengan bagian pinggir yang keriting.
Berbunga di musim hujan
Anggrek hitam ternyata tumbuh di hampir semua hutan di Kalimantan Timur, tapi yang terbanyak di cagar alam Kersik Luwai di Kec. Melak, cagar alam Kota Bangun di Kec. Kota Bangun, Kab. Kutai dan cagar alam Sei Gajah, Kec. Samboja, Kotamadya Samarinda.
Di habitat aslinya, anggrek hitam ditemukan pada ketinggian 1-110 m di atas permukaan laut, curah hujan antara 1.200-3.000 mm/th, dengan suhu rata-rata 20 derajat Celsius. Dari kondisi itulah anggrek hitam dikategorikan sebagai anggrek iklim basah dengan kelembapan 70-90 %.
Anggrek ini dapat tumbuh pada media gambut yang ada di mana saja, bisa di atas tanah, pasir, pohon maupun serasah. Yang jelas habitatnya mesti rimbun dan terlindung dari sinar matahari.
Bila ingin menikmati keindahan bunganya di cagar alam, datanglah di musim penghujan, antara November-Januari. “Tapi bukan berarti selalu tepat di bulan-bulan itu,” tutur Sumardji dan Banen. Patokan yang dipegangnya adalah bila hujan agak sering turun, tidak lama kemudian bunganya bermunculan. Sayangnya sang bunga hanya bisa bertahan 5-7 hari saja.